KUPANG, HTC — Kepala Puskesmas Sulamu, Umbu Pieter Milla Meha, A.Md, Kep, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menekan angka stunting di wilayah Kecamatan Sulamu. Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media usai menghadiri kegiatan Rembuk Stunting di Kantor Desa Pantulan, Kamis (8/10/2026).
Umbu menjelaskan bahwa Rembuk Stunting merupakan ajang musyawarah penting untuk menyampaikan kondisi rill prevalensi stunting di lapangan. Melalui kegiatan ini, data terkini dapat dipetakan secara akurat guna merencanakan intervensi gizi yang tepat target.
Berdasarkan data Puskesmas Sulamu, tren angka stunting di Kecamatan Sulamu menunjukkan penurunan signifikan sebesar 2,33 persen. Pada Januari 2026, prevalensi stunting tercatat sebesar 12,92 persen, lalu berhasil ditekan menjadi 10,59 persen pada September 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Capaian penurunan 2,33 persen ini bukan semata-mata kerja Puskesmas, melainkan hasil kolaborasi lintas sektor yang terlibat aktif sejak perencanaan, penganggaran, hingga eksekusi program di tingkat desa, kelurahan, dan kecamatan,” ujar Umbu.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













