Dalam pemeriksaan air seni barulah kami mendapat ternyata korban dalam keadaan hamil, selanjut mengunkan fetal doppler terdengar bunyi jatung bayi sangat jelas,’ungkap Agnes.
Menurut Agnes, melihat kondisi korban semakin kritis sejak hari Jumat, kami sudah berupaya untuk rujuk ke Kupang karena minimnya fasilitas di Puskesmas.
Namun keluarga korban keberatan, selain itu juga ditambah dengan sungai Kapsali dan Termanu airnya masih deras dan dalam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Berbagai upaya edukasi dan akhirnya hari ini pihak keluarga mau di rujuk. Namun sayang dalam perjalanan di sekitar wilayah Pariti Korban meninggal dunia,”ungkapnya.
Senada disampaikan oleh Kepala Desa Manubelon, Antonius Takh, bahwa korban lambat di bawah ke puskemas.
Sebelumnya korban mendapatakan pelayanan medis di Puskesmas Manubelon sejak Jumat kemarin.
Korban memang mengalami ganguan kejiwaan dan pernah menjalani perawat di RS Jiwa Naimata.
Sesuai informasi dari pihak puskemas korban dalam keadaan hamil. Sayang kita sudah berusaha menyerbangkan melewati tiga sungai besar, Namun korban tidak selamat,”ungkap Anton Takh..[pupe]
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












