Camat Sulamu, Yosafat Dokoebani, S.STP., M.M., memberikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat, terutama keterlibatan tokoh pemuda. Namun, ia juga memberikan catatan serius terkait kondisi fiskal desa tahun 2026.
“Anggaran tahun 2026 mengalami penurunan akibat adanya kebijakan pemotongan dana. Kita harus realistis dan bekerja sama mengawal setiap rupiah yang ada agar tetap menyentuh kepentingan masyarakat,” ujar Camat Yosafat.
Kepala Desa Oeteta, Yakob Tafae, memaparkan data yang cukup mengejutkan terkait kondisi keuangan desa. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, total pendapatan desa setelah revisi mencapai Rp1.160.568.527, dari total pagu awal sebesar Rp1,4 Miliar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tantangan lebih besar muncul di tahun 2026, di mana pagu anggaran desa merosot tajam ke angka sekitar Rp790 juta. Penurunan ini berdampak langsung pada kebijakan pembangunan desa.
Akibat minimnya anggaran, tahun 2026 diprediksi tidak ada kegiatan pembangunan fisik.
Pemerintah desa terpaksa melakukan rasionalisasi, termasuk rencana pengurangan jumlah kader atau penyesuaian insentif guna menutupi defisit anggaran.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













