Senggolan tersebut menyebabkan struktur catwalk terlepas dan jatuh ke laut. Kerusakan ini dinilai sangat fatal karena mengakibatkan dolphin depan tidak dapat difungsikan untuk menerima tali mooring (bilitros), sehingga proses sandar kapal berikutnya menjadi tidak aman.
”Kejadian ini murni akibat faktor alam, cuaca angin kencang dan gelombang yang mengganggu olah gerak kapal. Akibat kerusakan catwalk yang jatuh ke laut, sandaran kapal berikutnya akan sangat berisiko,” ujar Petrus Lasi.
Demi keselamatan, operasional sandar dihentikan sementara. Hal ini menyebabkan para penumpang, baik dari Hansisi menuju Kupang maupun sebaliknya, terpaksa menginap dan menunda keberangkatan hingga besok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pasca-kejadian, Petrus Lasi bersama Nakhoda KMP Uma Kalada dan pihak Syahbandar dari KSOP Kupang langsung turun ke lokasi untuk melakukan tinjauan teknis di lapangan.
Pihak UPTD Pelabuhan Hansisi telah berkoordinasi langsung dengan Dinas Perhubungan Kabupaten Kupang serta pihak manajemen PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












