Bupati menegaskan agar pelatihan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial atau sebatas mengajarkan keterampilan dasar. Lebih dari itu, para peserta didorong untuk melahirkan inovasi dari bahan baku pisang yang melimpah di lingkungan sekitar agar memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi.
“Kalau hanya belajar membuat kue pisang yang biasa-biasa saja, sebenarnya tidak perlu datang mengikuti pelatihan. Yang kita harapkan adalah ada sesuatu yang baru yang dipelajari, ada inovasi dan kreasi baru yang bisa dibawa pulang dan dilaksanakan,” tegasnya.
Pengembangan olahan pisang ini, lanjut Bupati, merupakan bentuk nyata dari hilirisasi pangan lokal di tingkat rumah tangga. Dengan mengubah pisang menjadi tepung dan beragam produk turunan bernilai jual, kelompok perempuan diharapkan mampu membuka peluang usaha mandiri yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pisang ini ada di mana-mana. Kita harus mampu menciptakan inovasi dari bahan yang ada sehingga menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Dengan begitu, ada peningkatan pendapatan bagi mama-mama dan keluarga,” tambahnya.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












