“Untuk memasok bahan sayuran, tentunya ada syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi. Kualitas akan diperiksa oleh tim gizi dan jumlah yang dibutuhkan juga cukup besar. SPPG siap menerima sesuai dengan standar yang ditetapkan,” jelas Meliana.
Ia menambahkan bahwa komoditas seperti buncis dan wortel menjadi kebutuhan utama yang dapat mencapai ratusan kilogram.
Kepastian pasar dari SPPG memungkinkan KWT Manusak menyusun pola produksi secara terencana, mulai dari pemilihan jenis tanaman, jadwal tanam dan panen, hingga konsistensi kualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pendamping Roda Tani, Daud Tanesi, juga menyoroti potensi besar pengembangan tanaman kelompok di tengah kondisi pasar yang dinamis, seperti kelangkaan mentimun akibat hama di wilayah lain.
Selain fokus pada teknis budi daya, UDN membekali anggota KWT dengan keterampilan literasi keuangan. Pengelolaan biaya produksi, pencatatan arus kas, serta pemutaran kembali pendapatan untuk modal modal tanam berikutnya menjadi kunci keberlanjutan usaha ini.
Frida K. Roma dari UDN menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata adaptasi perubahan iklim berbasis ekonomi sirkular.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













