“Ini bagian dari komitmen UDN untuk mendukung ekonomi sirkular dengan memastikan ketahanan pangan sebagai bagian dari adaptasi perubahan iklim. Ketika masyarakat mampu memanfaatkan lahan, menghasilkan pangan, mengakses pasar, dan mengelola kembali pendapatan untuk mendukung produksi berikutnya, maka terbentuk sebuah siklus yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi dan pangan masyarakat,” ungkap Frida.
Menurutnya, keterikatan SPPG dengan produksi lokal menciptakan perputaran ekonomi yang memberi dampak luas bagi desa.
Dukungan serupa disampaikan oleh perwakilan DPMDP3A Kabupaten Kupang, Marselinus S. Kehik, yang menekankan pentingnya penganggaran desa untuk keberlanjutan infrastruktur pertanian seperti pengolahan lahan dan pengairan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai langkah lanjutan, KWT Manusak bersama UDN akan merangkul seluruh kelompok tani di Dusun 3 untuk membahas strategi pengembangan, pemasaran, dan distribusi hasil tani, yang diawali dengan panen susulan tiga hari mendatang. Model integrasi antara kelompok tani perempuan dan SPPG Manusak ini diharapkan menjadi contoh nyata bagaimana rantai pangan lokal dapat memperkuat gizi, memberdayakan perempuan, dan menggerakkan ekonomi desa secara mandiri.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













