KUPANG, HTC – Sejumlah warga dan tokoh masyarakat Desa Oefafi menyuarakan kekecewaan serta pertanyakan komitmen Pemerintah Desa Oefafi terkait pengerjaan fisik pembangunan jalan tani menuju persawahan warga.
Proyek yang dibiayai menggunakan anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2025 tersebut hingga kini dibiarkan terbengkalai dan tak kunjung rampung, meski masa pelaksanaan anggaran telah terlewati.
Pembangunan jalan tani ini awalnya diharapkan menjadi sarana vital untuk mempermudah akses mobilitas para petani, mempercepat pengangkutan hasil panen, dan menurunkan biaya logistik pertanian warga. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa proyek fisik tersebut berhenti di pertengahan jalan tanpa kejelasan alasan dari pihak pengelola kegiatan anggaran desa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Akses Petani Terhambat, Keterbukaan Informasi Dipertanyakan Kondisi jalan yang mangkrak dan setengah jadi kini justru semakin mempersulit akses warga menuju area persawahan, terutama saat musim hujan tiba. Batalnya penyelesaian proyek ini berdampak langsung pada perekonomian masyarakat yang mayoritas menggantungkan hidup dari sektor pertanian.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













