”Termasuk guru-guru, kepala sekolah acuh tak acuh. Kenapa tidak menjadi sadar bahwa ini penting? Kalau dirasa ini penting, kan disiplin. Jadi anak-anak itu akan mengikuti apa yang diajarkan dan disampaikan oleh guru-guru,” tegas Yosef Lede dalam arahannya.
Bupati Kupang juga mengingatkan agar semua pihak membuang jauh-jauh ego dan sikap cepat puas dengan kondisi yang ada. Menurutnya, kesadaran seringkali terlambat datang ketika dampak buruk sudah terjadi.
”Kita tidak boleh dengan keegoisan kita bahwa kami baik-baik saja. Karena sesuatu terjadi baru kita sadar bahwa ternyata ada juga. Oh, ternyata hal ini penting,” tambahnya.
Ia juga menggarisbawahi bahwa hal-hal kecil yang berkaitan dengan sanitasi dan air bersih di lingkungan sekolah memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap kualitas kehidupan dan masa depan anak-anak selama menempuh pendidikan.
Hadir sebagai pembicara utama dalam pelatihan ini, narasumber yang didatangkan langsung dari Ibu Kota Jakarta. Dalam paparannya, narasumber menekankan bahwa isu sanitasi sekolah saat ini tidak lagi sekadar masalah kebersihan dasar, melainkan sudah berkaitan erat dengan ketahanan terhadap perubahan iklim (climate resilience) dan pemenuhan hak anak secara inklusif.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












