Angka prevalensi stunting di wilayah kerja Puskesmas Poto mengalami penurunan, dari 14% pada Januari 2026 menjadi 10,2% pada Agustus 2026. Angka stunting tertinggi tercatat di Desa Naitae, sedangkan yang terendah berada di Desa Tuakau.
Keakuratan data dan penekanan angka stunting sangat bergantung pada tingkat kehadiran masyarakat di Posyandu. Kehadiran lintas sektor seperti RT, RW, dan Kepala Dusun sangat diharapkan untuk mendorong partisipasi warga secara 100%.
Selain menjelaskan teknis penanganan gizi, Alberthin juga menyampaikan kabar baik terkait pemenuhan tenaga medis di UPTD Puskesmas Poto. Atas dukungan doa masyarakat dan koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten Kupang, Puskesmas Poto kini telah memperkuat pelayanan dengan hadirnya tenaga dokter baru, yakni Dr. Nesty Sitompul, yang mulai bertugas sejak Sabtu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Alberthin menegaskan komitmen seluruh jajaran jajaran nakes Puskesmas Poto untuk terus menjalankan tugas dan fungsi pelayanan kesehatan secara maksimal demi mewujudkan generasi yang sehat dan cerdas di Fatuleu Barat.,[Cheril]

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












