”Setiap penerima manfaat diwajibkan memanfaatkan porsi yang telah disediakan secara disiplin demi memastikan gizi anak dan ibu hamil terpenuhi dengan optimal,” tegas Kepala Desa Naitae.
Camat Fatuleu Barat, Ayub Anzgar Manafe, S.STP, yang hadir sekaligus membuka kegiatan secara resmi, mengapresiasi langkah cepat Pemdes Naitae dalam penanganan stunting.
Ia menekankan pentingnya disiplin waktu dan ritme pola makan sesuai petunjuk medis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Program PMT ini adalah intervensi nyata dari pemerintah. Jika dijalankan secara konsisten dan teratur, dalam waktu 3 hingga 6 bulan kita yakin angka stunting di Desa Naitae dapat ditekan secara signifikan. Kebersamaan dan peran aktif orang tua adalah kunci utamanya,” ujar Ayub Anzgar Manafe dalam sambutannya.
Kepala UPTD Puskesmas Poto, Alberthin Y.R. Nggelan mengingatkan pentingnya menjaga kualitas olahan makanan tambahan mulai dari proses pemilihan bahan, pengolahan di dapur, hingga penyajian kepada balita dan ibu hamil.
Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak hanya hadir saat pembagian PMT, tetapi juga aktif membawa anak ke Posyandu setiap bulan. Kehadiran rutin di Posyandu sangat penting untuk memantau tumbuh kembang anak secara berkesinambungan sehingga status gizi buruk maupun stunting dapat terdeteksi dan tertangani sedini mungkin.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












