Dalam kesempatan tersebut, Wabup Aurum sempat menceritakan kisah haru seorang kepala daerah yang bersujud di depan para menteri demi memperjuangkan nasib rakyatnya agar keluar dari kemiskinan. “Ada kepala daerah dari Nias Utara yang sampai berlutut di di hadapan Menteri-menteri dan berkata, ‘Kami capek jadi orang miskin’. Kondisi daerah memang susah, dan pemerintah mengakui itu. Namun, itu bukan alasan bagi kita untuk menyerah,” tegasnya.
Aurum berharap, setelah kegiatan Musrenbang ini, para Camat bersama seluruh pemangku kepentingan di wilayah masing-masing dapat terus menjaga semangat kolaborasi, kordinasi dan gorong royong dalam mengawal pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Kupang. “Saya titip, mari kita lakukan perubahan dari diri sendiri. Laporkan apa yang menjadi beban rakyat, dan ayo kita selesaikan bersama dengan kolaborasi”, tutupnya.
Ketua Komisi 3 DPRD Kab. Kupang Habel Mbate dalam sambutannya menyatakan apresiasi atas pelaksanaan Musrenbangcam yang telah berlangsung dengan baik dan menjaring aspirasi langsung masyarakat. Dirinya nyatakan apa yang menjadi aspirasi masyarakat menjadi perhatian pemerintah. Meski kondisi keuangan yang terbatas, Habel nyatakan untuk tidak boleh menyerah dan menyurutkan semangat kita. “Saat ini masih efisiensi dan anggaran yang ada di APBD sangat terbatas. Namun kita terus berjuang dan percaya perhatian Pemerintah Pusat bagi kita tetap ada,” ungkap Habel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












