Wakil Bupati menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Dinas Perikanan Kabupaten Kupang dan DWP Kabupaten Kupang atas inisiatif dan fasilitasi program pengolahan pascapanen ini.
Wakil Bupati menekankan pentingnya menerapkan hilirisasi produk perikanan di tingkat desa agar komoditas lokal memiliki nilai tambah (added value) yang tinggi.
”Selama ini, kita sering terjebak dalam habit atau siklus yang mau serba instan—jual utuh-utuh, jual ikan segar begitu saja di tepi jalan dengan harga yang fluktuatif. Padahal, jika diolah menjadi produk olahan kemasan seperti Bandeng Presto, nilai jualnya jauh melejit. Bandeng segar 1 kg mungkin berkisar Rp45.000, tetapi jika sudah menjadi Bandeng Presto yang dikemas rapi, nilainya bisa berkali-kali lipat,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penguatan Kontinuitas Produksi Pelatihan yang diikuti oleh 25 peserta dari 3 kelompok (mewakili Desa Oeteta, Pariti, dan Bipolo) ini harus dijaga keberlanjutannya (kontinuitas supply).
Jangka Pendek Mempromosikan produk lokal secara online maupun langsung, serta meramaikan Pasar/Bazar Bulan Desember dengan merek khas “Bandeng Presto Sulamu”.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











