Dampak dari tersendatnya distribusi di pangkalan resmi ini berujung pada melambungnya harga minyak tanah eceran di sekitar wilayah Desa Oebelo. Dari pantauan di lapangan, harga minyak tanah eceran di sekitar area pangkalan melambung tinggi hingga mencapai Rp40.000 sampai Rp50.000 per jeriken ukuran lima liter. Kondisi ini kian membebani perekonomian warga kecil.
Melihat kondisi yang kian memprihatinkan, masyarakat Desa Oebelo mendesak Pemerintah Kabupaten Kupang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), serta pihak berwenang untuk segera turun tangan melakukan pengawasan ketat dan sidak ke pangkalan-pangkalan minyak tanah di Kupang Tengah.
Warga berharap pemerintah daerah dapat menindak tegas oknum pangkalan yang bermain curang serta menata ulang sistem distribusi agar penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran dan merata demi memenuhi kebutuhan dasar seluruh masyarakat.,[Cheril]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













