Kupang_Haluantimur.com__ Para petani rumput laut di wilayah Desa Lifoleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah akibat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timur satu di Pantai Oesina.
Saat media Haluantimur.com , Jumat (26/6/2025) Menyambangi Yohanis Rote (54) Warga Desa Lifuleo Dusun I, itu sedang bersama keluarga di kediamanya, dari kejauhan tampak dirinya mengeluarkan air mata sambil sesekali melemparkan pandangan ke arah selatan.
Yohanis menatap bangun Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang berdiri tak jauh dari kediamanya, entah mengapa, sesekali ia memandang mesin raksasa itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
” Ia mengisahkan sejak tahun 2023 lalu, dirinya harus menelan pil pahit. Pasalnya budi daya rumput laut yang suda puluhan tahun menghidupi keluarganya berhenti karena tercemar Limbah PLTU.” Ujarnya.
Menurut Yohanis sampai saat ini pemerintah provinsi dan kabupaten belum berbuat apa-apa dalam rangka menyikapi persoalan ini karena masalah ini kami sudah berulang ulang kali samping ke pemerintah kecamatan maupun pemerintah desa tapi tidak ada tindakan. tambahnya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












