Bupati menekankan bahwa olahraga dapat dibaca sebagai epistemologi kebersamaan, di mana semangat solidaritas, kerja sama tim, keuletan serta kedisiplinan berkelindan menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia.
Menurutnya, kompetisi voli ini menjadi media pembelajaran praktis mengenai kesabaran, strategi, kecerdasan berpikir dan etika kolektif yang semuanya dibutuhkan dalam membangun daerah.
Olahraga, kata Yosef, adalah alat pemersatu bangsa. Melalui kegiatan olahraga, masyarakat belajar mengakui keunggulan lawan, menerima kekalahan dengan lapang dada serta menghormati aturan dan perangkat pertandingan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nilai-nilai inilah yang menurut Bupati Kupang perlu ditanamkan secara konsisten untuk melahirkan generasi yang berintegritas dan berdaya saing.
Turnamen Bintang Mercy Cup 2025 juga dipandang sebagai momentum kultural yang melibatkan komunitas olahraga, panitia, wasit serta masyarakat lokal.
Bupati memberi pesan khusus kepada perangkat pertandingan untuk menjalankan tugas dengan objektif, jujur dan tegas, serta kepada panitia agar menyelenggarakan turnamen dengan penuh tanggung jawab.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












