Hasilnya, dengan kebesaran hati, kedua pengurus tersebut telah saling memaafkan dan sepakat untuk berdamai demi keutuhan partai.
”Kita yang di atas, yang dipercaya sebagai pengurus inti, harus memberikan contoh yang baik. Kalau kita ribut, nanti masyarakat dan saudara-saudara kita di akar rumput menilai kita bagaimana? Oleh karena itu, semalam saya sudah panggil dan mendamaikan mereka. Puji Tuhan, semuanya sudah selesai secara kekeluargaan dan mereka sudah saling memaafkan,” ujar Daniel Taimenas hangat.
Satu Tanggung Jawab, Bersama Jaga Akar Rumput, Daniel menegaskan bahwa dinamika yang terjadi kemarin murni karena kesalahpahaman dalam berkomunikasi dan bukan masalah prinsipil. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan dan marwah Partai Golkar Kabupaten Kupang adalah tanggung jawab bersama, baik dirinya sebagai Ketua, Ibu Rita sebagai Bendahara, maupun Pak Okto sebagai Ketua Panitia Musda.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui momentum ini, Daniel Taimenas juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, DPD I Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT), serta yang paling utama kepada seluruh simpatisan akar rumput yang selama ini menjadi urat nadi perjuangan partai.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









