Beliau menekankan bahwa tenun ikat memiliki nilai seni dan harga yang sangat tinggi. Kualitas bahan dan keindahan motif menjadi kunci utama agar karya penenun lokal mampu bersaing dan diminati pasar yang lebih luas.
Di era digital saat ini, pemasaran tidak lagi terbatas dari mulut ke mulut. Para ibu penenun diajak memanfaatkan media sosial (seperti WhatsApp dan platform digital lainnya) untuk mempromosikan kain tenun secara lebih praktis dan efisien.
Kain tenun saat ini tidak hanya berfungsi sebagai kain adat tradisional, tetapi juga telah berkembang menjadi busana modern seperti outer, jas, dan pakaian sehari-hari yang stylish.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Kepala Desa Fatukanutu, Fransiskus M. A. Y. Saebesi, S.H., menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kerja keras seluruh pengurus PKK, pemerintah desa, serta komponen masyarakat (RT/RW) yang telah berkolaborasi sukses menyelenggarakan pameran ini.
Pameran yang diikuti oleh sekitar 352 peserta ini menjadi bukti nyata kekompakan warga Desa Fatukanutu dalam mendukung pembangunan desa yang bergerak maju.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












