”Khusus untuk benih jagung Pertiwi 3 yang kami uji coba dari PT Agri Makmur Pertiwi, dampaknya sangat terasa bagi petani. Jika dulu kami menggunakan jagung lokal, kini dengan varietas hibrida Pertiwi 3, hasilnya jauh lebih memuaskan. Kami juga berterima kasih atas perhatian pemerintah, salah satunya melalui bantuan sistem perpompaan senilai Rp155 juta yang sangat mendukung produktivitas kami,” ujar Anton.
Sementara itu, Kepala Desa Pantulan, Buce Pah, mengapresiasi kenaikan hasil panen jagung yang signifikan di wilayahnya.
“Pada Musim Tanam I lalu, rata-rata hasil panen mencapai 8 ton per hektar. Namun dengan penggunaan varietas Pertiwi 3 pada Musim Tanam II ini, produktivitas melonjak hingga hampir 11 ton per hektar. Peningkatan ini berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi warga, bahkan mampu mendorong kemampuan ekonomi petani untuk membeli kendaraan hingga membiayai pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi,” ungkap Buce.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Erwin Priyambudi, Marketing Executive Nusa Tenggara Timur PT Agri Makmur Pertiwi, menyampaikan bahwa varietas Pertiwi 3 sengaja dikenalkan karena memiliki berbagai keunggulan ekonomis dan agronomis.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe













