“Ini jadi perhatian penting bagi kita semua dan menurut saya, sumber masalahnya ada pada data yang tidak Valid. Dan butuh pengawalan bersama oleh berbagai elemen masyarakat harus supaya bisa tepat sasaran,” ucap Yermias Pellokila.
Legislator partai Gelora tersebut menyatakan ada baiknya tetap ada monitoring dan evaluasi untuk penyaluran bansos tersebut hingga ke tangan penerimanya. Kasus yang sama ia temui dilapangan memang perlu ada pendampingan yang berkelanjutan dan Dinsos harus mengetahui kondisi sebenarnya penerima agar penyaluran bansos tepat sasaran.
“Jika memang ada dugaan titip titipan itu, tolong laporkan saja kedinas sosial, jangan biarkan oknum menyalahi aturan karna memiliki wewenang, karna kondisi seperti ini tentu sangat merugikan masyarakat, kedepannya saya berharap Dinas Sosial bangun komunikasi dan koordinasi dengan operator nakal dan mempermainkan DTKS dengan seenaknya langsung saja,”Tegasnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dia menambahkan, saat ini pemerintah telah memproses penggunaan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) sebagai patokan dalam penyaluran bansos. Namun, dilapangan masih terjadi data yang kurang pas dan perlu diperbaiki, karena sering kali tidak update.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











