”Atas dasar keluhan jemaat dan masyarakat mengenai kekurangan infrastruktur jalan, kami membangun kolaborasi dengan pihak gereja, pemerintah kabupaten, dan legislatif. Kami melakukan pengofalan (penutupan lubang) jalan untuk mengurangi beban masyarakat serta memperlancar arus transportasi dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Nunsaen,” jelas Litherheart.
Sementara itu, Ketua BP3J Jemaat Dian Nunsaen, Yermias Bani, menambahkan bahwa aksi ini merupakan bentuk persembahan dan dedikasi jemaat kepada daerah. Ia mengakui bahwa tantangan pembangunan fisik maupun spiritual sangat besar jika dipikul sendiri, namun menjadi ringan melalui sinergi ini.
”Kolaborasi ini membangkitkan semangat kami, baik dalam pembangunan fisik lingkungan gereja maupun pembangunan iman jemaat. Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kupang dan pihak Legislatif yang telah membantu kami dengan hati yang tulus,” ungkap Yermias.
Kegiatan perbaikan jalan secara swadaya dan kolaboratif ini diharapkan menjadi model bagi desa-desa lain di Kabupaten Kupang, di mana koordinasi yang baik antara pemerintah desa, tokoh agama, dan perwakilan rakyat mampu menghadirkan solusi konkret bagi permasalahan infrastruktur di tingkat tapak..*
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












