Melalui kisah tersebut, ia menegaskan bahwa gereja tidak hanya dipanggil untuk bersekutu secara internal, tetapi juga harus aktif menghadirkan pelayanan diakonia—turun langsung ke tengah-tengah masyarakat untuk merespons dan menolong mereka yang terluka dan membutuhkan.
Ibadah pentahbisan ini ditutup dengan refleksi bahwa tubuh manusia adalah cerminan rumah Tuhan atau Bait Allah. Pdt. Samuel berpesan agar Jemaat GMIT Ekklesia Airkom tidak hanya menjadi tempat untuk berdoa, tetapi juga menjadi komunitas yang membawa teologi tubuh dalam kehidupan sehari-hari, menghormati, merawat, dan mempersembahkan hidup bagi kemuliaan Tuhan.,[Cheril]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












