Petani di Kabupaten Kupang Senang dan Ucapkan Terima Kasih Atas Bantuan Alsintan

- Editorial Team

Selasa, 28 Oktober 2025 - 15:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 23 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com _Ketua Kelompok Tani Family, kelurahan babau, Kecamatan Kupang Timur, Arnoldus Keluanan, Jumat (24/10/2025) mengucapkan terima kasih dan merasa senang atas pemberian bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) Combine Harvester  yang diterimanya.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan yang diserahkan oleh Bapak Bupati Kupang berupa alsintan kepada Kelompok Tani Family,” ungkap Arnoldus.

Baca Juga :  Operasi Semana Santa, Truk Asal Sabu Terjaring Bawa Ribuan Liter Moke Ilegal

Ia mengaku sangat senang karena telah mendapatkan bantuan berupa hand traktor, yang nantinya digunakan untuk menggarap lahan pertanian.
“Kami senang karena sudah terbantu dengan bantuan Combine Harvester  yang kami terima. Khususnya di kelompok saya, kami juga hari suda menggunakan combine. Bantuan yang kami terima akan kami jaga dan rawat, untuk manfaat jangka panjang,” tutur Arnoldus Keluanan.

Ia menceritakan, pengolahan lahan saat ini sudah sistem mekanisasi, sehingga dengan adanya program pemerintah ini, Bapak Bupati dan Wakil Bupati Kupang langsung merespons dengan membagi bantuan Combine Harvester.
“Program pemerintah ini sangat membantu petani, walaupun saat ini masih terbatas mudah-mudahan bisa berkembang lagi ke depan. Kami juga mengharapkan agar ke depan, pemerintah terus meningkatan dukungan melalui ketersediaan sarana dan prasarana pertanian,” ujar Arnoldus.

Baca Juga :  Turnamen Voli Bintang Mercy Cup 2025! Pesan Bupati Kupang Jaga Sportifitas

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru