”Tanpa pemuda, gereja dan pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Hidupkan dan kembangkan potensi mereka karena merekalah calon pemimpin masa depan. Jika pemuda bergerak, gereja bisa bernapas lega,” kata Pdt. Zimrat, yang juga menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran langsung Bupati Kupang dalam acara tersebut.
Ketua Pemuda GMIT, Erens Blegur, turut mengapresiasi keberanian Klasis Amarasi Selatan yang dinilai sukses menggelar acara skala besar ini meski berstatus sebagai klasis termuda. Erens juga mengingatkan pentingnya gereja merespons gaya hidup Gen-Z yang lekat dengan gawai.
”Gereja dituntut adaptif terhadap digitalisasi. Berkarya di organisasi pemuda bukan soal usia, melainkan soal kerelaan memberi diri. Yang terpenting adalah seberapa berkualitas hidup kita. Ke depan, kita bahkan sedang merancang program camp terbesar di Kabupaten Kupang dan Wisata Paskah terbesar di NTT,” ungkap Erens optimis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ketua Panitia Pelaksana, Saman Feni, menyampaikan terima kasih yang mendalam atas seluruh dukungan moral maupun material dari orang tua, jemaat, dan para tokoh masyarakat. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan ini dapat memicu inovasi baru bagi para peserta saat kembali ke jemaat masing-masing.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












