7 Tahun Akses Jalan Pukdale Oefeto Rusak Parah, Warga Minta Perhatian Pemerintah

- Editorial Team

Jumat, 6 Juni 2025 - 01:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 145 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com _ Akses Jalan merupakan salah satu bagian yang tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat, ini yang harus menjadi perhatian serius dari pemerintah, karena Infrastruktur jalan program prioritas utama yang perlu di perhatikan seperti yang di alami oleh warga desa Fatuteta kecamatan Amabi Oefeto kabupaten kupang.

Salah satu warga desa Fatuteta Daud Atimeta Sabloit  mengatakan,  Kurang lebih 7 tahun Jalan penghubung Pukdale Oefeto mengalami kerusakan yang cukup parah akibatnya banyak pengendara roda dua mengalami kecelakaan. Kerusakan jalan di desa fatuteta sangat parah, namun sampai saat ini belum ada perhatian serius pemerintah atas kerusakan jalan tersebut.

Baca Juga :  Komplotan Pencuri Ternak Ditangkap Warga Bersama Barang Bukti

Selaku warga masyarakat Kabupaten kupang punya hak yang sama dalam Pemerataan pembangunan Akses Jalan oleh karena itu kami berharap ada perhatian dari pemerintah kabupaten dan pusat terkait dengan kerusakan jalan yang ada di desa kami. Ujar Daud kepada media.

Kepala Desa Fatuteta Obetnego Eklopas Otpah, kepada media Haluantimur. Kamis (5/6/2025) usulan ini sudah sering di sampaikan melalui surat permohonan, Bahkan berkomunikasi secara langsung dengan dinas terkait,  dalam hal ini PUPR Kabupaten Kupang, dengan tujuan agar jalan Pukdale Oefeto secepatnya bisa tertangani.

Baca Juga :  40 KPM Desa Kalali Terima BLT-DD Tahap I dan II Kedes Samuel Ale Pastikan Tepat Sasaran

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru