Sebagai langkah penanganan cepat, pihak Pertamina telah menyiapkan kuota sebanyak 4.000 liter BBM non-subsidi jenis Pertamax yang akan didistribusikan melalui SPBU Lelogama dan SPBU Sulamu.
Proses distribusi tersebut akan mendapat pengawasan ketat dari aparat Kepolisian, baik Polsek Amfoang Utara maupun Polsek Lelogama, guna mencegah praktik penimbunan serta memastikan distribusi berjalan aman dan tepat sasaran.
Pemerintah berharap, paling lambat Sabtu mendatang, distribusi tambahan ini dapat menekan harga BBM eceran menjadi kisaran Rp13.500 hingga Rp15.000 per liter, tergantung jarak desa tujuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai solusi jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Kupang terus mendorong percepatan pembangunan SPBU 3D (BBM Satu Harga) di wilayah Amfoang.
Arahan Bupati Kupang Yosef Lede kepada pemerintah kecamatan dan desa agar segera menyiapkan lahan sebagai tindak lanjut dari usulan pembangunan SPBU yang telah disampaikan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).
“Saat ini pihak Pertamina Kupang sedang menunggu rekomendasi dari BPH Migas. Jika rekomendasi tersebut telah diterbitkan, maka pihak Pertamina bersama Pemerintah Daerah akan segera memastikan mitra usaha agar investasi pembangunan SPBU dapat segera direalisasikan,” jelas Hendra Mooy.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









