Selain persoalan distribusi, Hendra juga menyampaikan bahwa masih banyak petani dan nelayan yang belum bisa mengakses BBM subsidi karena belum memiliki rekomendasi maupun barcode dari Dinas Pertanian dan Dinas Perikanan.
Pihak kecamatan telah meminta pemerintah desa dan lurah agar segera membantu memfasilitasi kelompok tani dan nelayan dalam pengurusan administrasi, sehingga mereka dapat memperoleh akses BBM subsidi dengan harga yang lebih terjangkau.
Hendra Mooy juga mengakui bahwa kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai menjadi faktor utama penghambat distribusi BBM ke wilayah pesisir Amfoang, sehingga distribusi BBM masih sangat terbatas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Kupang tengah menyiapkan solusi alternatif dengan mengajukan surat kepada pihak transportir BBM terkait rencana distribusi melalui jalur laut dengan kapasitas hingga 25.000 liter.
Pemerintah Kecamatan Amfoang Utara menegaskan komitmennya untuk terus memantau ketersediaan stok BBM, terutama di tengah musim panen saat kebutuhan masyarakat meningkat secara signifikan..**



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









