Belasan Tahun Terabaikan, Warga Sulamu “Dulu Hanya Janji, Sekarang Bupati Yosef Lede Beri Bukti Hotmix”

- Editorial Team

Sabtu, 11 April 2026 - 22:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 180 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Penantian panjang masyarakat Kecamatan Sulamu selama belasan tahun untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya berakhir di tangan kepemimpinan Bupati Yosef Lede dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki. Infrastruktur jalan yang selama ini dibiarkan rusak dan luput dari perhatian pemimpin sebelumnya, kini berubah total menjadi aspal hotmix yang mulus.

Baca Juga :  Bupati Yosef Lede Lantik Pejabat Lingkup Pemkab Kupang, Loyalitas dan Kinerja Adalah Kunci Utama

Kegembiraan warga pecah saat menyaksikan perubahan drastis di Desa Pitay pada Sabtu (11/04/2026). Perubahan ini seolah menjadi tamparan bagi masa lalu yang dianggap abai terhadap kebutuhan mendasar masyarakat pelosok.

Baca Juga :  Sinergi Pemerintah dan Gereja: Pemuda Kristen Kabupaten Kupang Siap Gelar Prosesi Pawai Paskah 2026

Di hadapan awak media warga setempat, Mel Sombu, tidak dapat menyembunyikan rasa haru sekaligus sindiran halus terhadap kepemimpinan sebelum-sebelumnya yang dianggap kurang peduli.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Belasan tahun silam, kami hampir tidak pernah merasakan apa itu jalan hotmix. Kami seperti dilupakan. Terima kasih kepada Bapak Bupati Yosef Lede dan Ibu Wakil Bupati Aurum atas kerja nyatanya. Ini bukan sekadar janji, tapi bukti,” ujar warga dengan nada getir mengenang masa sulit mereka.

Baca Juga :  Rakyat Perlu Tau!! Berikut Besar Gaji Dan Tunjangan Yang Diterima Anggota DPRD

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru