Bupati Yosef Lede menekankan bahwa gotong royong bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan warisan leluhur yang harus terus dilestarikan di tengah gempuran modernisasi teknologi yang perlahan mulai mengikis nilai-nilai kebersamaan tersebut.
”Gotong royong adalah bekerja bersama-sama untuk mengatasi masalah dan mempermudah kehidupan masyarakat. Budaya ini harus terus kita hidupi di desa-desa. Ada susah kita sama-sama, ada senang kita sama-sama, ada musibah pun kita tanggung bersama,” tegas Yosef Lede.
Lebih lanjut, Bupati Kupang menjelaskan bahwa di tengah keterbatasan anggaran daerah saat ini, semangat gotong royong menjadi salah satu solusi konkret untuk menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan di desa tanpa harus terus-menerus menunggu ketersediaan anggaran formal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Komitmen Peningkatan Ekonomi dan Pelayanan Terintegrasi
Pemilihan Kecamatan Fatuleu Barat sebagai pusat pencanangan BBGRM Ke-23 ini juga menjadi bentuk perhatian khusus pemerintah daerah.
Bupati Yosef Lede menginstruksikan kepada seluruh pimpinan OPD yang hadir untuk melihat langsung potensi besar yang dimiliki Fatuleu Barat agar dapat disentuh oleh program-program pembangunan yang maksimal, baik di sektor pariwisata alam maupun ekonomi kemasyarakatan.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe










