David Daud Gaspol! Dorong Desa Oebelo Jadi Sentra Pertanian Dua Kali Tanam Setahun

- Editorial Team

Selasa, 29 April 2025 - 21:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 104 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

David menyatakan dirinya telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kabupaten Kupang agar segera menyusun intervensi teknis, seperti pembangunan, dan pelatihan petani terkait pola tanam bergilir.

Tak hanya dari sisi infrastruktur, David juga ingin memperkuat akses petani terhadap sarana produksi seperti pupuk dan benih unggul.

Baca Juga :  Tahun Ini Desa Pariti Segera Miliki Gedung Posyandu

Ia bahkan mendorong agar pemuda-pemuda di desa dapat dilibatkan secara aktif dalam distribusi pupuk lokal agar rantai pasok tidak lagi terganggu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain isu pertanian, David Daud juga menyampaikan komitmennya terhadap pemberdayaan pemuda desa.

Sebagai Ketua Karang Taruna Kabupaten Kupang, ia berinisiatif menjadikan para pemuda sebagai ujung tombak dalam  edukasi pertanian modern.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Bantuan Pemerintah Terjebak Banjir di Sungai Bonpo, Amfoang Barat Laut

“Kita akan identifikasi anak-anak muda yang punya semangat dan kemampuan. Saya minta Dinas Pertanian bantu fasilitasi agar mereka bisa jadi distributor pupuk di desa. Jangan lagi masyarakat susah ambil pupuk ke tempat jauh,” tegas David.

Baca Juga :  David Daud Terpilih Jadi Ketua Karang Taruna Kabupaten Kupang

Tak hanya sektor pangan, David juga menyoroti kebutuhan mendesak dalam pelayanan kesehatan. Ia mengungkapkan bahwa saat ini ada kuota 3.000 BPJS yang bisa diakses oleh masyarakat desa Welo yang belum memiliki jaminan kesehatan.

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru