Hadiri Munas Forkonas Wakil Bupati Kupang Membawa Angin Segar Buat Masyarakat Amfoang

- Editorial Team

Minggu, 23 Februari 2025 - 09:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 111 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lanjutnya, perjuangan pembentukan DOB semata-mata demi pemerataan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan pelayanan terbaik untuk seluruh rakyat.

“Saya bersyukur pada kesempatan baik ini, yang hadir dalam musna hampir 130 DOB dari seluruh Indonesia. Forum ini terbuka untuk siapapun dalam memberikan sumbangsih pikiran maupun tenaga,”tutur Huda. Syaiful Huda meyakini, dengan terbentuknya DOB maka akan tercipta pemerataan ekonomi di daerah, dan akan terjadi pelayanan publik secara prima.

Baca Juga :  Uji Kinerja Lewat LKPJ 2025, DPRD Kabupaten Kupang Resmi Buka Masa Persidangan II

Sementara Wakil Ketua DPD RI, Tamsil Linrung dalam sambutan awalnya mengatakan, pejuang DOB dari seluruh Indonesia yang hadir dalam munas ini  menunjukkan wajah-wajah penuh optimisme, satu tekad dan semangat memperjuangkan masa depan DOB. Ia mengingatkan bahwa apa yang menjadi aspirasi rakyat tidak boleh terhenti di tengah jalan. Ia terangkan, DOB adalah gerbang membangun Indonesia dari daerah.

“DPD RI akan terus mengawal aspirasi daerah dalam kerangka otonomi yang berkualitas. Mari kita kawal perjuangan ini dengan keteguhan hati dan ketajaman visi. Saya yakin Forkonas DOB akan menghasilkan rekomendasi yang konstruktif bagi percepatan pembangunan daerah. Selamat bermusyawarah, semoga setiap gagasan yang lahir dari forum ini menjadi coretan sejarah monumental untuk mewujudkan Indonesia yang lebih adil dan sejahtera,”ujar Tamsil.

Baca Juga :  Wakil Bupati Kupang Periksa Kendaraan Dinas untuk Optimalisasi Aset Daerah

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru