”Saat itu ban motor saya pecah/bocor, sehingga saya meminjam motor operasional Desa Kalali untuk pulang ke Pantulan. Pihak mereka berjanji akan datang mengambil kembali motor tersebut satu atau dua hari kemudian sambil menyelesaikan urusan, namun hingga kini motor tersebut belum juga dijemput,” ujar Buce Pah.
Buce Pah memastikan bahwa motor tersebut dalam kondisi aman dan terawat di kediamannya. Ia juga membantah keras isu yang menyebutkan dirinya sengaja menahan motor sebagai jaminan.
”Informasi yang beredar di masyarakat itu tidak benar. Saya sudah berkoordinasi dengan pihak Dinas terkait. Rencananya, hari Senin atau Selasa minggu depan, motor tersebut akan saya antar langsung kembali ke Desa Kalali agar masyarakat tahu bahwa barang tersebut masih ada dan kondisinya baik,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melalui klarifikasi ini, diharapkan ketegangan atau salah paham di tengah masyarakat Desa Kalali maupun Desa Pantulan dapat segera mereda..**
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












