Kupang_Haluantimur.com_Rumput Laut, yang menjadi akses satu-satunya bagi kami itu tak luput terkena imbas PLTU. Mereka terancam kehilangan mata pencaharian.
Thofilus Liman, Petani Rumput Laut di Desa Lifuleo mengatakan kepada tim media Saptu (4/10/2025) “Dulunya saya hanya mengandalkan budidaya rumput laut sebagai sumber utama penghidupan bagi keluarga ,” Thofilus salah satu petani rumput laut di Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, NTT.
Namun, sejak Pembangkit Listrik Tenaga Uap [PLTU] Timor-1 berkapasitas 2×50 MW mulai beroperasi di Dusun Panaf pada Desember 2023, kami petani rumput laut mengalami gagal atau merugi karena imbas dari limbah panas dari PLTU TIMOR-1.Desa Lifuleo hanya berjarak sekitar 600 meter dari PLTU Timor-1.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia mengungkapkan, sebelum PLTU beroperasi, “kondisi pembudidaya rumput laut di Lifuleo masih sangat baik.”
Pertumbuhan rumput laut pun tumbuh subur dan lebih tahan terhadap penyakit ice-ice, yang biasanya ditandai dengan bercak merah hingga memutih sebelum akhirnya rontok.Dalam sekali panen normal, jelas Thofilus.
Halaman : 1 2 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












