PLTU Timur 1 Menjawab Tuntutan Petani Rumput Laut Di Hadapan Bupati Kupang

- Editorial Team

Rabu, 2 Juli 2025 - 22:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 80 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_  PLTU Timor 1 jawab tuntutan dan permintaan sejumlah petani rumput laut yang berasal dari Desa Lifuleo dan Desa Tablolong, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Pasalnya kerugian yang dialami oleh petani rumput laut tersebut diduga diakibatkan oleh limbah dari PLTU Timor 1.

Baca Juga :  Kadis PUPR DiPastikan Pimpin ASKAB PSSI Kabupaten Kupang

Dalam audensi bersama Bupati Kupang, Yosef Lede, S.H., dan masyarakat yang merupakan pembudidaya rumput laut, pihak PLTU Timor 1 menyanggupi permintaan dengan memberikan bantuan Corporate Social Responsibility atau CSR.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada audensi yang digelar di ruang rapat Sekda, pada Rabu (02/07/2025) pagi, keputusan pemberian CSR disepakati baik oleh para petani rumput laut yang hadir.

Baca Juga :  Bupati Kupang di Bakti Sosial Paskah 2026: Pemimpin Tidak Boleh Stres, Rakyat Harus Tetap Sehat

Bupati Yosef Lede dalam kesempatan tersebut menyambut baik respon balik PLTU Timor 1 atas audensi bersama masyarakat pembudidaya rumput laut dengan memberikan bantuan CSR.

“Bantuan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Kupang untuk mewujudkan visi meningkatkan kesejahteraan perekonomian masyarakat. Oleh karena itu kami mendorong semua kegiatan positif untuk pengembangan dan pemanfaatan sumber daya kelautan seperti budidaya rumput laut”, ujar Bupati Yosef Lede.

Baca Juga :  “Saya Datang Kerja Bakti, Bukan Piknik!”: Aksi Nyata Bupati Yosef Lede di Pantai Tablolong

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru