Perairan laut Nusa Tenggara Timur, termasuk wilayah laut di sekitar Rote, merupakan bagian dari jalur migrasi penting mamalia laut dunia. Kawasan ini terhubung dengan sistem arus laut lintas Indonesia yang mempertemukan berbagai spesies paus dan lumba-lumba yang bermigrasi dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia.
Keberadaan mamalia laut di wilayah ini menandakan bahwa ekosistem laut NTT memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan biodiversitas laut global. Oleh karena itu, kejadian terdamparnya puluhan paus dalam satu waktu merupakan sinyal ekologis yang tidak boleh diabaikan.
Direktur Eksekutif Daerah Walhi NTT, Yuvensius Stefanus Nonga, S.H., M.H, menilai bahwa berbagai kemungkinan penyebab perlu diselidiki secara serius dan terbuka. Gangguan navigasi paus dapat dipicu oleh perubahan kondisi oseanografi, pergeseran arus laut, maupun perubahan distribusi mangsa akibat perubahan iklim.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun demikian, berbagai penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas manusia di laut, seperti polusi suara dari kapal, survei seismik, serta berbagai bentuk eksploitasi sumber daya laut, dapat mengganggu sistem komunikasi dan navigasi mamalia laut yang sangat sensitif terhadap gelombang suara. Selain itu, penurunan kualitas ekosistem laut akibat pencemaran dan eksploitasi berlebihan juga berpotensi mempengaruhi kesehatan dan perilaku satwa laut.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












