Wakil Presiden Pra-Konstruksi, Kukuh Pambudi, menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari Rencana Umum Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk memperkuat sistem interkoneksi di daratan Timor.
Penambahan 30 MW untuk memperkokoh keandalan sistem Kupang. Proyek ini telah melalui analisis dampak lingkungan yang ketat (AMDAL dan UKL-UPL). Kukuh menegaskan bahwa hasil identifikasi menunjukkan tidak ada dampak lingkungan yang signifikan, namun PLN tetap berkomitmen penuh pada aturan yang berlaku.
Proyek diharapkan selesai tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat luas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pihak PLN juga memohon doa restu dan dukungan dari pemerintah daerah serta seluruh lapisan masyarakat agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa hambatan teknis maupun sosial.
”Kami melakukan pemetaan dan penanganan yang tepat di lapangan. Harapannya, proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, tapi benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat banyak,” pungkas Kukuh Pambudi.
Kunjungan diakhiri dengan peninjauan titik lokasi tapak konstruksi dan diskusi teknis mengenai integrasi tenaga kerja lokal dalam proyek strategis nasional tersebut.**
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












