“Prosesi ini adalah ibadah. Kami menekankan larangan merokok dan larangan berkata kasar selama kegiatan berlangsung. Selain itu, kami mengatur rute dan titik pementasan drama agar berjalan tertib. Ukuran kendaraan hias juga dibatasi agar tidak mengganggu arus lalu lintas dan kelancaran acara,” tegas Richard.
Dukungan penuh datang dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kupang. Ketua FKUB, Pdt. Doddy Octavianus, S.Th., menilai kegiatan ini sebagai wujud kedewasaan iman dan penguatan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Kupang.
“Ini adalah tahun kedua, dan kami melihat ini sebagai upaya luar biasa dalam membangun kebersamaan di tengah perbedaan. Kami sangat mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kupang, khususnya Bapak Bupati dan jajarannya, yang memberikan perhatian besar terhadap penguatan lembaga keagamaan dan spiritualitas masyarakat,” ungkap Pdt. Doddy.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga memuji tema Paskah kali ini yang mengangkat isu “Pembaharuan Kemanusiaan”, yang diimplementasikan melalui aksi-aksi sosial nyata, sehingga Paskah tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi membawa pesan kasih dan kepedulian.,” tutupnya..(*/sp)
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












