Petani Fatuleu Barat Menjerit Bantuan Pemerintah Diduga Jadi Lahan Bisnis Oknum Pengusaha ​

- Editorial Team

Selasa, 28 April 2026 - 19:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 717 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_Praktik dugaan monopoli dan pemerasan terhadap petani kecil kembali mencuat di wilayah Fatuleu Barat. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester yang seharusnya meringankan beban petani, kini dikeluhkan karena diduga disalahgunakan oleh oknum pengusaha untuk menekan harga gabah jauh di bawah standar pemerintah.

Baca Juga :  Sambut HUT RI ke-81, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Genjot Pelatihan Paskibra Kecamatan Fatuleu Barat ​

​Seorang petani di Fatuleu Barat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa alat bantuan pemerintah tersebut saat ini dikuasai oleh oknum pengusaha berinisial (U)

Bukannya membantu, kehadiran alat ini justru mencekik leher petani dengan aturan main yang sepihak.

​Menurut sumber tersebut, petani dipaksa menjual hasil panennya hanya seharga Rp5.000 per kilogram jika ingin menggunakan jasa combine harvester tersebut. Padahal, standar harga yang ditetapkan pemerintah jauh di atas itu.

Baca Juga :  BGN Tegaskan Mitra SPPG Pantau Operasional Dapur, Tapi Dilarang Intervensi Menu!

​”Harga kering panen minimal dari pemerintah itu Rp6.500. Kalau kering giling bisa Rp7.000 sampai Rp7.300. Tapi di sini, mereka pakai alat bantuan itu untuk tekan kami supaya harga di bawah standar,” ungkapnya dengan nada kecewa, Selasa (28/04/2026) malam.

Berita Terkait

Cacat Hukum dan Penuh Pelanggaran: Masyarakat Desa Pariti Layangkan Surat Sanggahan, Tuntut Pembatalan dan Penghentian Tahapan Pilkades ​
Pemerintah Desa Oeteta Salurkan BLT Dana Desa Tahap III dan Bantuan Pangan Beras kepada Masyarakat ​
Polsek Kupang Tengah Gerak Cengkram Repas Amankan Pelaku Penganiayaan Dengan Sajam Di Desa Noelbaki
Komitmen Sejahterakan Petani, Bupati Kupang Serahkan Bantuan Pangan Tahap II dan Dana Bantuan Pertanian Milyaran Rupiah di Kecamatan Sulamu
Dukung Pertumbuhan Ekonomi Baru, Bupati Kupang Tinjau Lokasi Pembangunan Pelabuhan Sulamu ​
Klarifikasi Resmi dan Permohonan Maaf Terkait Video Viral Kejadian di Kantor Desa Oebelo ​
Diduga Intimidasi Kepala Desa dan Perangkat Desa Oebelo, Oknum Warga Bawa Nama Bupati Kupang ​
UPTD SMPN 1 Kupang Tengah Sosialisasi Tata Tertib dan Penyesuaian Jam Belajar Bersama Orang Tua Murid ​

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:57 WITA

Cacat Hukum dan Penuh Pelanggaran: Masyarakat Desa Pariti Layangkan Surat Sanggahan, Tuntut Pembatalan dan Penghentian Tahapan Pilkades ​

Jumat, 11 September 2026 - 19:39 WITA

Pemerintah Desa Oeteta Salurkan BLT Dana Desa Tahap III dan Bantuan Pangan Beras kepada Masyarakat ​

Jumat, 11 September 2026 - 19:08 WITA

Polsek Kupang Tengah Gerak Cengkram Repas Amankan Pelaku Penganiayaan Dengan Sajam Di Desa Noelbaki

Kamis, 10 September 2026 - 18:34 WITA

Komitmen Sejahterakan Petani, Bupati Kupang Serahkan Bantuan Pangan Tahap II dan Dana Bantuan Pertanian Milyaran Rupiah di Kecamatan Sulamu

Kamis, 10 September 2026 - 15:16 WITA

Dukung Pertumbuhan Ekonomi Baru, Bupati Kupang Tinjau Lokasi Pembangunan Pelabuhan Sulamu ​

Rabu, 9 September 2026 - 20:00 WITA

Diduga Intimidasi Kepala Desa dan Perangkat Desa Oebelo, Oknum Warga Bawa Nama Bupati Kupang ​

Rabu, 9 September 2026 - 14:12 WITA

UPTD SMPN 1 Kupang Tengah Sosialisasi Tata Tertib dan Penyesuaian Jam Belajar Bersama Orang Tua Murid ​

Rabu, 9 September 2026 - 09:18 WITA

Temuan Kerangka Lansia di Hutan Batfao Amarasi Barat: Cincin Kuning Ungkap Identitas Yohanes Bureni yang Hilang 6 Bulan ​

Berita Terbaru