Petani Fatuleu Barat Menjerit Bantuan Pemerintah Diduga Jadi Lahan Bisnis Oknum Pengusaha ​

- Editorial Team

Selasa, 28 April 2026 - 19:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 708 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_Praktik dugaan monopoli dan pemerasan terhadap petani kecil kembali mencuat di wilayah Fatuleu Barat. Bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa combine harvester yang seharusnya meringankan beban petani, kini dikeluhkan karena diduga disalahgunakan oleh oknum pengusaha untuk menekan harga gabah jauh di bawah standar pemerintah.

Baca Juga :  Warga Niunbaun Pertanyakan Masa Jabatan Kepala Dusun III, Kades Bantah Tuduhan Manipulasi Data

​Seorang petani di Fatuleu Barat yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan bahwa alat bantuan pemerintah tersebut saat ini dikuasai oleh oknum pengusaha berinisial (U)

Bukannya membantu, kehadiran alat ini justru mencekik leher petani dengan aturan main yang sepihak.

​Menurut sumber tersebut, petani dipaksa menjual hasil panennya hanya seharga Rp5.000 per kilogram jika ingin menggunakan jasa combine harvester tersebut. Padahal, standar harga yang ditetapkan pemerintah jauh di atas itu.

Baca Juga :  Wujutkan Sinergitas TNI dan Pemda Wakil Bupati Kupang Buka TMMD Ke- 124 di Semau

​”Harga kering panen minimal dari pemerintah itu Rp6.500. Kalau kering giling bisa Rp7.000 sampai Rp7.300. Tapi di sini, mereka pakai alat bantuan itu untuk tekan kami supaya harga di bawah standar,” ungkapnya dengan nada kecewa, Selasa (28/04/2026) malam.

Berita Terkait

Kasus Pembacokan Warga Desa Pariti Korban Alami Luka Parah, Desak Polres Kupang Segera Tangkap Pelaku ​
Pemkab Kupang Resmi Laporkan Dugaan Penyerobotan dan Mafia Sewa Lahan Daerah ke Polres Kupang ​
Sukses Raih 3 Besar Pelayanan Kesehatan Gratis, Puskesmas Poto Gelar Aksi Nyata di Desa Naitae ​
Empat Bulan Bolos Tanpa Kabar, Kades Kalali Bakal Gandeng Camat Fatuleu Barat Tertibkan Aparat Desa yang Mangkir
Lolos PPPK Paruh Waktu di Fatuleu Barat, Tenaga Kesehatan Ini Curhat Belum Terima Gaji “Kami Butuh untuk Makan Sehari-hari”
Dukung Kesejahteraan dan Tekan Stunting, Pemdes Fatuteta Salurkan BLT Ekstrem dan Reward Posyandu ​
Desa Naitae Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 untuk 23 KPM ​
Dua Pengurus Inti Saling Memaafkan, Daniel Taimenas “Mari Bersama Kita Jaga Akar Rumput Partai Golkar!” ​

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:58 WITA

Kasus Pembacokan Warga Desa Pariti Korban Alami Luka Parah, Desak Polres Kupang Segera Tangkap Pelaku ​

Jumat, 5 Juni 2026 - 20:13 WITA

Pemkab Kupang Resmi Laporkan Dugaan Penyerobotan dan Mafia Sewa Lahan Daerah ke Polres Kupang ​

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:20 WITA

Sukses Raih 3 Besar Pelayanan Kesehatan Gratis, Puskesmas Poto Gelar Aksi Nyata di Desa Naitae ​

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:54 WITA

Empat Bulan Bolos Tanpa Kabar, Kades Kalali Bakal Gandeng Camat Fatuleu Barat Tertibkan Aparat Desa yang Mangkir

Jumat, 5 Juni 2026 - 07:51 WITA

Lolos PPPK Paruh Waktu di Fatuleu Barat, Tenaga Kesehatan Ini Curhat Belum Terima Gaji “Kami Butuh untuk Makan Sehari-hari”

Kamis, 4 Juni 2026 - 22:30 WITA

Desa Naitae Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 untuk 23 KPM ​

Rabu, 3 Juni 2026 - 21:11 WITA

Dua Pengurus Inti Saling Memaafkan, Daniel Taimenas “Mari Bersama Kita Jaga Akar Rumput Partai Golkar!” ​

Rabu, 3 Juni 2026 - 15:00 WITA

Wujudkan Keadilan Energi, Pemkab Kupang Berkomitmen Bangun SPBU Satu Harga di Wilayah Amfoang dan Semau ​

Berita Terbaru