Proyek Air bersih Rp 1,98 Miliar di Desa Pitay Diduga Tak Bermanfaat

- Editorial Team

Rabu, 18 Juni 2025 - 18:02 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Semy Pello Editor : Redaksi Dibaca 104 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Proyek air bersih di wilayah desa pitay ,kecamatan  sulamu, kabupaten kupang sejak tahun 2024 ,diduga tak bermanfaat bagi masyarakat di wilayah desa pitay.

Informasi yang di peroleh media ini dari beberapa masyarakat (tidak mau namanya di publikasikan) yang merasa merugikan mengatakan proyek air bersih itu tak ada guna/manfaat.

Baca Juga :  Miris, Warga Desa Oebelo Tinggal di Rumah Tidak Layak Bertahun-Tahun

” Proyek air bersih ini sudah dikerjakan sejak November 2024 hingga sekarang, kami tak menikmati airnya. Justru proyek ini tak ada guna. Mana kami rasakan?  Ungkap masyarakat desa pitay .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut masyarakat, awal dimulai kerjakan proyek air bersih ini juga untuk beberapa wilayah dusun dua dan dusun tiga sebagian tidak terbagi. Namun tetap saja tidak manfaat.

Baca Juga :  Apel Dua Kali Sehari Merupakan Langkah Bijak Bupati Kupang Disiplinkan ASN, Kata Ketua Tim Transisi

Trus bagaimana mau bagi air yang tak jelas kapan kita masyarakat desa pitay nikmat. Ujar masyarakat yang tersebar di desa pitay kepada media.

Lanjut masyarakat, kalau dana sebesar itu bisa diatur baik untuk masyarakat menikmati. ” Heran dana satu miliar lebih tapi masyarakat di desa pitay  seluruhnya tak merasakan manfaatnya. Ini dana banyak-banyak sampai kapan kami begini ew,? Tanya masyarakat sinis.

Baca Juga :  Petani Kecewa, SPBU Sulamu Tidak Melayani Beli BBM Pake Jeregen

Berita Terkait

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda
Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara
Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK
Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026
Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres
Capaian CKG Tertinggi di NTT, Dinkes Kabupaten Kupang Terus Pacu Puskesmas Capai Target
Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026
Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 18:53 WITA

Ketua DPRD Kabupaten Kupang Tegaskan Jadwal Pansus dan Reses Berjalan Terpisah, Bantah Isu Anggaran Ganda

Senin, 20 April 2026 - 17:11 WITA

Laporan LPJ Macet, 14 Kepala Desa di Kabupaten Kupang Resmi Diberhentikan Sementara

Senin, 20 April 2026 - 16:52 WITA

Pemerintah Desa Oebelo Tetapkan APBDes 2026, Penerima BLT Menurun Jadi 15 KK

Senin, 20 April 2026 - 10:42 WITA

Wujudkan Transparansi dan Pembangunan Berkelanjutan, Desa Oebelo Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026

Minggu, 19 April 2026 - 20:41 WITA

Kasus Tambang Emas Ilegal Sumba Timur ‘Jalan di Tempat’, WALHI NTT Desak Transparansi Polres

Minggu, 19 April 2026 - 14:14 WITA

Penjelasan Pemerintah Kabupaten Kupang Terkait Penyesuaian Anggaran Dana Transportasi Tenaga Honorer Tahun 2026

Minggu, 19 April 2026 - 11:10 WITA

Optimalkan Dana Ketahanan Pangan, BUMDes Cahaya Pitay Targetkan Produksi 2 Ton Ikan Per Bulan

Sabtu, 18 April 2026 - 23:41 WITA

WALHI NTT. Pembatasan Wisata Komodo Berisiko Ciptakan Ketimpangan Baru dan Amankan Investasi Melalui Kedok Konservasi

Berita Terbaru