Memasuki bulan Mei, Puskesmas Sulamu telah menyusun jadwal yang terstruktur selama enam hari kerja penuh. Strategi yang digunakan adalah “jemput bola” dengan mendatangi titik-titik aktivitas masyarakat, antara lain.
Sekolah-sekolah untuk menyasar kalangan pelajar, Lingkungan RT agar lebih dekat dengan domisili warga.
Kolaborasi Lintas Sektor, yakni menyisipkan kegiatan CKG pada acara-acara yang diselenggarakan oleh pemerintah desa, kecamatan, maupun LSM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski progres berjalan baik, Umbu Pieter mengakui adanya kendala di lapangan, terutama terkait tingkat partisipasi masyarakat yang fluktuatif.
”Terkadang kami menjadwalkan untuk 500 sasaran di satu titik, namun yang hadir tidak mencapai jumlah tersebut. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan maksimal dari tingkat RT, Desa, hingga Kecamatan untuk menggerakkan masyarakat,” tambahnya.
Melalui program CKG ini, diharapkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Sulamu dapat meningkat secara signifikan melalui deteksi dini penyakit. Puskesmas Sulamu mengimbau seluruh warga untuk memanfaatkan layanan gratis ini demi masa depan keluarga yang lebih sehat.,**
Halaman : 1 2



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











