Beliau tidak menampik adanya berbagai tantangan pelayanan dan perbedaan pendapat yang sempat terjadi. Namun, ia berpesan agar seluruh jemaat, mulai dari rayon satu hingga sepuluh, tetap saling mengasihi dan menerima satu sama lain.
“Saya ingin meninggalkan jemaat ini dalam keadaan baik. Biarlah hubungan kita semakin kuat dan indah untuk menyongsong pelayanan baru bersama hamba Tuhan yang akan datang. Tetaplah semangat dan saling menjaga damai sejahtera,” pesannya.
Senada dengan hal tersebut, tokoh jemaat sekaligus tokoh masyarakat setempat, Joksen Kiki, SH, menekankan pentingnya kesadaran jemaat dalam memakmurkan gedung gereja yang telah dibangun bersama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebagai mantan panitia pembangunan, Joksen menyoroti jumlah kehadiran jemaat yang perlu ditingkatkan. Dengan jumlah sekitar 320 Kepala Keluarga (KK) atau lebih dari 1.000 jiwa, ia berharap kursi-kursi gereja selalu penuh dalam ibadah setiap Minggu.
”Gereja ini dari kita dan untuk kita. Tidak ada artinya gedung yang megah jika jemaat yang datang berbakti masih sedikit. Saya meminta seluruh jemaat, terutama kaum muda sebagai tulang punggung gereja, untuk memberikan yang terbaik,” tegas Joksen.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












