Ia juga mengimbau agar para pemuda menjaga ketertiban di lingkungan gereja dan ikut serta merawat fasilitas yang ada sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Sang Pencipta.
Acara syukur tersebut ditutup dengan tradisi yang unik dan merakyat. Jemaat berkumpul untuk menikmati sajian pangan lokal berupa ketupat dan hasil bumi lainnya secara bersama-sama. Kesederhanaan ini justru mempererat sekat perbedaan dan menyatukan tekad jemaat GMIT Kalvari Puluthie untuk melangkah lebih baik di usia yang baru..**
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












