Menanggapi hal-hal administratif dan kewenangan di luar teknis operasional, pihak pengelola menyatakan bahwa mereka fokus pada perbaikan minor sambil berjalan. “Hal-hal yang bukan kewenangan kita, akan kita perbaiki sambil jalan. Yang terpenting, aturan tetap kita ikuti karena ini program yang sangat menunjang masyarakat,” ucap perwakilan mitra pengelola.
Peresmian SPPG Silu diharapkan menjadi “tonggak sejarah” perubahan nilai gizi di Kabupaten Kupang, sekaligus membuktikan bahwa kolaborasi antara mitra swasta dan pemerintah dapat mendatangkan kesejahteraan nyata melalui kemandirian pangan lokal..**
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












