Saat ini, SPPG Silu diproyeksikan melayani kebutuhan gizi untuk sekitar 7 hingga 8 sekolah di wilayah tersebut, ditambah dengan layanan kesehatan di Posyandu bagi masyarakat penerima manfaat.
Sementara, Anggota DPRD Kabupaten Kupang, Yusuf Tanu, yang hadir langsung di lokasi, memberikan apresiasi sekaligus catatan kritis. Ia menegaskan akan mengawal ketat jalannya program ini agar standar gizi yang diberikan kepada anak-anak di Desa Silu, Desa Capung 2, dan Desa Oebola, tidak bermain-main dengan kualitas.
”Harapan saya, dapur MBG ini berjalan sesuai standar gizi yang telah ditetapkan. Jangan sampai ada penurunan kualitas. Ini adalah titik balik bagi kesehatan masyarakat kita. Target kita jelas: ke depan tidak ada lagi anak-anak kita yang mengalami stunting di wilayah ini,” tegas Yusuf Tanu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Meski kesiapan fisik dan operasional SPPG telah dinyatakan 100%, ketidakhadiran Korwil dalam seremoni penting ini menjadi sorotan publik. Hal ini beriringan dengan informasi yang beredar mengenai kepemilikan yayasan oleh figur politik dari Partai Gerindra tingkat provinsi.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












