Dilanjutkan Aurum, bahwa menurunkan angka kematian ibu dan bayi bukan hanya tanggungjawab bidan atau tenaga medis, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah Kabupaten Kupang akan terus mendukung upaya-upaya baik dari sisi regulasi, penganggaran, maupun pembinaan dan pengawasan di lapangan, untuk itu dibutuhkan kerja kolaborasi. “Mari kita bekerjasama, berkolaborasi, satu arah, satu niat, dan satu tujuan agar tidak ada lagi ibu dan anak yang kehilangan nyawa saat melahirkan dan dilahirkan,”ujarnya.
Sementara Health Specialist Unicef Kantor Perwakilan NTT, NTB, dr.Vama Chrisnadarmani di kesempatan itu menyampaikan hasil assesment dari 26 puskesmas di Kabupaten Kupang akan dijadikan acuan/ bahan pertimbangan dari pemerintah dalam upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan ibu dan bayi di Kabupaten Kupang. Serta mendapatkan gambaran kemampuan puskesmas dalam memberikan pelayanan esensial meternal dan neonatal.
Acara dilanjutkan dengan presentasi hasil assesment di 26 puskesmas oleh tim assesor, dr.Yuli Sudin. Kemudian pemaparan kebijakan program kesehatan di Kabupaten Kupang dan rencana tindak lanjut oleh Kadis Kesehatan Yoel Laitabun..[Juwita]
Halaman : 1 2

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











