Tak hanya itu, kondisi pasar pun mendapat sorotan. Lapak yang becek dan berlumpur saat musim hujan, serta area parkir yang belum diaspal, menjadi kendala utama bagi para pedagang dan pembeli.
“Pasar ini harus segera dibenahi. Retribusi harus dievaluasi agar tidak memberatkan pedagang, dan fasilitas seperti parkiran serta kebersihan pasar perlu diperbaiki,” tambah Johni Asadoma.
Langkah Pemerintah untuk
Menindaklanjuti temuan ini, Wakil Gubernur NTT berjanji akan:
Mengevaluasi kebijakan larangan penjualan sapi betina produktif dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi peternak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Melakukan peninjauan ulang terhadap besaran retribusi pasar agar lebih adil bagi pedagang.
Memperbaiki infrastruktur pasar, Harus di benahi termasuk parkiran dan drainase untuk mengatasi genangan air.
Dalam kunjungan tersebut, turut hadir beberapa pejabat daerah, termasuk Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah NTT Alexson Lumba, Wakil Ketua Sinode GMIT Pendeta Saneb Blegur, PLT Kadis Perindag Kabupaten Kupang Robert Amaheka, ketua klasis Fatuleu Pdt Meridz Nenoliu Serta Camat Fatuleu Hendra Mooy.S.STP dan Kapolsek Fatuleu.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












