Eksploitasi MBLB di Desa Tuapanaf Pengusaha Mengeruk Triliunan, Warga Menelan Lumpur ​

- Editorial Team

Minggu, 10 Mei 2026 - 15:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Tim Editor : Redaksi Dibaca 156 kali
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kupang_Haluantimur.com_ Kekayaan alam berupa pasir, kerikil, dan batu di Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kini beralih fungsi dari berkah menjadi kutukan bagi warga lokal.

Praktik Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) di wilayah ini diduga kuat hanya menjadi ladang emas bagi para taipan, sementara masyarakat setempat dipaksa menjadi “penikmat” setia dampak kerusakan lingkungan.

Baca Juga :  Berbuah Manfaat Bupati Kupang Dan Danrem 161/WiraSakti Resmikan Sumur Bor untuk Warga Sulamu

​Berdasarkan penelusuran lapangan pada Sabtu (09/05/2026), aktivitas tambang di Dusun Niskolen, Desa Tuapanaf, menunjukkan kontras sosial yang menyakitkan.

Di tengah operasional alat berat milik lebih dari dua perusahaan besar yang memegang Izin Usaha Produksi (IUP), infrastruktur publik justru terbengkalai. Akses sepanjang 10 kilometer menuju lokasi tambang hancur lebur, menyisakan jalan berbatu dan debu pekat yang menyesakkan dada.

Baca Juga :  Kelurahan Takari Resmi Bentuk Koperasi Merah Putih, Wujukan Ekonomi Mandiri

​Lingkungan Tergerus

​Di jantung lokasi tambang, ditemukan pemandangan yang memprihatinkan:

Tumpukan kerikil sisa proses washing and screening dalam jumlah masif—diperkirakan mencapai jutaan meter kubik—dibuang begitu saja di sepanjang aliran sungai.

Berita Terkait

Resmob Polres Kupang Ringkus Pencuri Hewan di Sulamu, Lima Ekor Anjing Diamankan
Respons Cepat Keluhan Warga, BBWS NTT II dan BPJN NTT Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Naibonat
Pemerintah Desa Tanah Putih Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 18 KPM Terima Bantuan Tunai ​
LPJ Desa Poto Buntu, Camat Fatuleu Barat Resmi Rekomendasikan Pemeriksaan Khusus oleh Inspektorat ​
Camat Fatuleu Barat Angkat Bicara Soal Isu Motor Operasional Desa Kalali “Aset Desa Harus Dipertanggungjawabkan” ​
Aset Desa “Ghaib”, Warga Kalali Pertanyakan Keberadaan Motor Operasional di Tangan Desa Tetangga ​
Efisiensi Panen Meningkat, Petani Kelurahan Merdeka Apresiasi Kehadiran Combine Harvester di Kupang Timur ​
Resmi Ditetapkan, APBDes Desa Seki Tahun 2026 Fokus pada Kesejahteraan 1.082 Jiwa Masyarakat ​

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp HaluanTimur.com

+ Gabung

Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 22:24 WITA

Resmob Polres Kupang Ringkus Pencuri Hewan di Sulamu, Lima Ekor Anjing Diamankan

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:44 WITA

Respons Cepat Keluhan Warga, BBWS NTT II dan BPJN NTT Tinjau Lokasi Banjir di Kelurahan Naibonat

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:36 WITA

Pemerintah Desa Tanah Putih Salurkan BLT Dana Desa Tahap I Tahun 2026 18 KPM Terima Bantuan Tunai ​

Rabu, 13 Mei 2026 - 10:03 WITA

LPJ Desa Poto Buntu, Camat Fatuleu Barat Resmi Rekomendasikan Pemeriksaan Khusus oleh Inspektorat ​

Selasa, 12 Mei 2026 - 20:49 WITA

Camat Fatuleu Barat Angkat Bicara Soal Isu Motor Operasional Desa Kalali “Aset Desa Harus Dipertanggungjawabkan” ​

Senin, 11 Mei 2026 - 23:10 WITA

Efisiensi Panen Meningkat, Petani Kelurahan Merdeka Apresiasi Kehadiran Combine Harvester di Kupang Timur ​

Senin, 11 Mei 2026 - 16:50 WITA

Resmi Ditetapkan, APBDes Desa Seki Tahun 2026 Fokus pada Kesejahteraan 1.082 Jiwa Masyarakat ​

Minggu, 10 Mei 2026 - 20:33 WITA

SPPG Sikumana Resmi Beroperasi, Sasar Ratusan Anak PAUD dan TK di Kota Kupang ​

Berita Terbaru