Kupang_Haluantimur.com_ Suasana pemerintahan di Desa Kalali, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang, kini tengah diterpa riak persoalan. Sejumlah warga masyarakat menyatakan keresahan mendalam mereka terkait pengelolaan dana desa, kelanjutan proyek fisik, hingga hilangnya aset bergerak milik desa.
Menanggapi keluhan tersebut, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kalali, Yorianto Mona, menegaskan bahwa pihak BPD tidak tinggal diam dan telah mengambil langkah resmi untuk menyikapi berbagai polemik yang terjadi.
Tiga Sorotan Utama Warga Dari Padi, Motor Hilang, hingga Upah yang Ditahan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang warga Desa Kalali yang menolak identitasnya dipublikasikan, membeberkan kronologi keresahan masyarakat melalui sambungan telepon WhatsApp pada Rabu (10/06/2026) malam.
Simpang Siur Pengadaan Padi (Dana Desa 2024) Warga mempertanyakan kejelasan dana tahun 2024 yang dialokasikan untuk membeli 6 ton padi. Berdasarkan temuan Inspektorat Daerah (Irda), dana sebesar 1 ton 200 kilogram sempat ditarik kembali. Namun, sisa fisik padi maupun kejelasan pembagiannya kepada masyarakat sama sekali tidak diketahui keberadaannya hingga saat ini.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe











