“Kemarin garam yang ada bersifat konsumtif biasa-biasa saja, tapi hari ini menunjukkan ada peningkatan dari sebelumnya bahan baku yang standar, tapi sudah di produksi menjadi kemasan, yang dari segi ekonomi memiliki nilai jual yang baik dan bisa menjadi brand lokal Kabupaten Kupang,”jelas Yosef Lede.

Ia ingin adanya kolobarasi yang tetap terjalin antara Pemkab Kupang dan Asosiasi Industri Garam NTT, juga bekerjasama dengan Pemerintah Daerah di seluruh NTT ataupun luar NTT, sehingga produk lokal Kabupaten Kupang garam beryodium dalam kemasan bisa menjadi salah satu brand yang pendapatannya besar.
Sambungnya, Pemkab Kupang memberikan ruang seluas-luasnya kepada Asosiasi Industri Garam NTT untuk bagaimana memproduksi garam ini lebih banyak lagi, biar dapat menjawab kebutuhan masyarakat di NTT dan di luar NTT, dan tentunya mengutamakan kualitas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara Ketua Asosiasi Industri Garam NTT, Daniel Cherlin dalam laporannya membutuhkan dukungan moril dari Bupati Kupang Yosef Lede agar keberlangsungan produksi Saltera garam beryodium dalam kemasan tetap terjamin dan makin maju.
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya



Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe









