“Yang kami butuhkan dukungan moril dari bapak Bupati saja. Kami tidak butuh materi. Intinya produksi garam di Kabupaten Kupang terus meningkat, agar dapat di produksi di pabrik menjadi garam yodium dalam kemasan. Kalau iklim baik diperkirakan bisa 150.000 ton per tahun, dan dapat memberikan kontribusi besar buat daerah dan nasional,”jelas Daniel.
Asosiasi Industri Garam NTT menurut Daniel Cherlin sudah terbentuk sejak 2018 melalui Peraturan Gubernur. Selain itu, ia menceritakan bahwa ada pertanyaan penuh keraguan yang ia terima “Biasanya garam dikirim dari jawa ke Kupang NTT, tapi ini kok dari Timor dikirim ke Jawa, tidak keliru kah?”, ia pun menanggapi bahwa semuanya itu sangat bisa, berkat dukungan Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang.
“Melihat semangat Bupati Yosef Lede yang luar biasa, saya terpacu untuk mendongkrak PAD. Kalau kita jual bahan baku saja PAD rendah, makanya saya jual barang jadi dalam kemasan supaya nilainya tinggi. Itulah yang mendorong dan meyakinkan kami untuk membawa produk ini ke Jakarta,,”ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Halaman : 1 2 3 4 Selanjutnya

Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe












